Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Mei 2019•Update: 15 Mei 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Presiden China Xi Jinping menyerukan persatuan antara negara-negara Asia di tengah perang tarif negaranya dengan AS, lansir South China Morning Post.
Berpidato dalam pembukaan Konferensi Dialog Peradaban Asia di Beijing pada Rabu, Xi mendesak negara-negara anggota untuk mengizinkan peradaban lain juga tumbuh, sembari mengembangkan miliknya sendiri.
Konferensi ini dirancang untuk menampilkan kekuatan lunak (soft power) Beijing
"Kita harus membiarkan berbagai peradaban di dunia berkembang," ujar dia.
Presiden Xi Jinping menambahkan bahwa tidak akan ada benturan peradaban selama orang-orang dapat menghargai keindahan peradaban masing-masing.
Xi memperingatkan soal tindakan yang memaksakan satu peradaban terhadap yang lain, menggambarkan tindakan seperti itu sebagai ide yang bodoh dan membawa malapetaka.
"Jika seseorang berpikir ras dan peradaban mereka sendiri lebih unggul dan bersikeras membentuk kembali atau mengganti peradaban lain, itu adalah ide bodoh dan membawa malapetaka," kata dia.
Sebelumnya, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS Kiron Skinner menggambarkan persaingan strategis dengan China sebagai pertarungan dengan peradaban dan ideologi yang sangat berbeda.
Skinner mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya AS menghadapi pesaing dengan kekuatan besar yang bukan berasal dari ras Kaukasia.