Rhany Chairunissa Rufinaldo
20 Maret 2019•Update: 21 Maret 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Kepolisian Kota New York menyelidiki kemungkinan kejahatan rasial setelah seorang wanita Muslim dianiaya secara fisik dalam aksi yang dianggap oleh walikota sebagai tindakan kebencian yang menjijikkan.
Umber Nisar (41) berjalan ke rumah ibunya di Brooklyn pada Sabtu untuk mengantarkan makanan mengenakan shalwar kameez, pakaian tradisional wanita dari anak benua India dan jilbab, menurut sebuah laporan media lokal.
Ketika dia kembali ke rumah, seorang pria mendekatinya dan berusaha untuk menyandungnya, kemudian menendang tulang keringnya dan melarikan diri dari tempat kejadian.
"Saya mencintai negara ini. Ini adalah rumah saya. Saya pernah mendengar hal-hal seperti itu terjadi pada wanita Muslim lainnya, tetapi saya tidak pernah menyangka akan terjadi sesuatu di daerah ini," kata Nisar kepada Bklyner, media yang berbasis di Brooklyn.
"Ini rumahku. Aku merasa aman di sini. Sekarang, aku merasa seperti berada di planet lain," tambahnya.
"Tindakan kebencian yang menjijikkan ini bukan hanya serangan terhadap Muslim, tapi juga serangan terhadap semua warga New York," kata Walikota New York Bill de Blasio di Twitter.
Insiden itu terjadi hanya sehari setelah seorang teroris menembaki dua masjid di Selandia Baru, yang menewaskan sedikitnya 50 orang.
Satuan Tugas Kejahatan Kebencian NYPD telah ditugaskan untuk menyelidiki apakah insiden tersebut merupakan kejahatan rasial.