Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 Desember 2018•Update: 13 Desember 2018
By Tayfun Salci
LONDON
Perdana Menteri Theresa May pada Rabu berjanji untuk melawan mosi tidak percaya yang dijadwalkan pada pemungutan suara malam ini.
"Saya akan melawan mosi itu dengan semua yang saya punya," katanya kepada wartawan di luar gedung kantornya.
"Perubahan kepemimpinan di Partai Konservatif sekarang akan menempatkan masa depan negara kita dalam bahaya. Dan menciptakan ketidakpastian ketika kita tidak mampu membendungnya," dia memperingatkan.
“Seorang pemimpin baru tidak akan punya waktu untuk menegosiasikan Brexit kembali, jadi salah satu tindakan pertama mereka akan memperpanjang atau menyelundupkan Pasal 50,” tambahnya.
Sebanyak 48 anggota parlemen Konservatif hari ini secara resmi menuntut mosi tidak percaya kepada kepemimpinan May.
Pemungutan suara akan diadakan hari ini dan hasilnya akan diumumkan segera setelah proses penghitungan selesai.
Tuntutan mosi tidak percaya ini muncul setelah May mengumumkan penundaan pemilihan Brexit yang direncanakan pada Selasa di parlemen dengan alasan kesepakatan akan ditolak dengan selisih suara yang signifikan.
Dia membutuhkan dukungan dari setidaknya 158 anggota parlemen konservatif untuk terus menjabat sebagai perdana menteri.
May menjadi perdana menteri pada Juli 2016 ketika pendahulunya David Cameron mengundurkan diri setelah referendum Brexit yang kontroversial.