Maria Elisa Hospita
12 Desember 2018•Update: 13 Desember 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
Turki akan meluncurkan operasi militer di timur Eufrat, Suriah, dalam beberapa hari mendatang untuk membebaskannya dari kelompok teror separatis.
Presiden Recep Tayyip Erdogan menjelaskan bahwa sasaran Turki bukan tentara AS, melainkan anggota kelompok teror.
"Sangat jelas bahwa tujuan dari pos-pos pengamatan AS [di Suriah] bukanlah untuk melindungi negara kita dari teroris tetapi untuk melindungi teroris dari Turki," kata presiden saat KTT Industri Pertahanan Turki, Rabu.
Misi di timur Eufrat itu diluncurkan menyusul keberhasilan dua operasi lintas perbatasan Turki ke Suriah - Operasi Perisai Eufrat dan Operasi Ranting Zaitun - yang bertujuan memberangus keberadaan YPG/PKK dan Daesh di sepanjang perbatasan Turki.
Selama lebih dari 30 tahun, PKK melancarkan kampanye teror melawan Turki, dan menyebabkan tewasnya sekitar 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.