Ayşe Sumeyra Aydogdu
06 Februari 2018•Update: 07 Februari 2018
Ayşe Sumeyra Aydogdu
RAMALLAH
Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson membahas perkembangan politik terkini melalui telepon, Senin.
Menurut kantor berita resmi WAFA Palestina, Abbas kembali menegaskan komitmen pemimpin Palestina terhadap “solusi dua negara” soal negara Palestina di perbatasan pra-1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
Abbas mengatakan bahwa Palestina siap berunding dengan Israel untuk memperoleh solusi berdasarkan Inisiatif Perdamaian Arab, resolusi legitimasi internasional dan Peta Jalan.
Johnson juga menekankan komitmen Inggris akan solusi dua negara dan pentingnya upaya mencari solusi damai terhadap konflik di Timur Tengah.
Desember lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan berencana memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa keputusan Trump tersebut “tidak membantu prospek perdamaian di wilayah ini”.
Keputusan Trump memicu kecaman dan protes di seluruh negara Arab dan muslim.
Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah, dengan harapan warga Palestina akan Yerusalem Timur – yang diduduki Israel sejak 1967- pada akhirnya akan menjadi ibu kota negara Palestina.