Dunia

Perundingan nuklir AS–Iran digelar di Oman di tengah ketegangan kawasan

Iran menekankan kesetaraan posisi dan saling menghormati sebagai dasar kesepakatan nuklir yang berkelanjutan

Seda Sevencan, Muhammad Abdullah Azzam  | 06.02.2026 - Update : 09.02.2026
Perundingan nuklir AS–Iran digelar di Oman di tengah ketegangan kawasan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

ISTANBUL

Menjelang perundingan nuklir dengan Amerika Serikat di Oman, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran mengikuti diplomasi dengan itikad baik, seraya menegaskan bahwa setiap komitmen yang disepakati harus dihormati.

Dalam pernyataan melalui media sosial X pada Jumat (6/2), Araghchi menyebut Iran memasuki proses diplomasi dengan kewaspadaan penuh serta mengingat pengalaman tahun lalu.

“Iran memasuki diplomasi dengan mata terbuka dan ingatan yang kuat atas tahun lalu. Kami terlibat dengan itikad baik dan tetap teguh pada hak-hak kami,” ujar Araghchi.

Ia menekankan bahwa komitmen harus ditepati, serta menilai kesetaraan posisi, saling menghormati, dan kepentingan bersama menjadi pilar utama bagi tercapainya kesepakatan yang berkelanjutan.

Perundingan nuklir antara Washington dan Teheran dijadwalkan berlangsung di Oman pada Jumat. Pihak Amerika Serikat akan diwakili oleh menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, serta utusan khusus Steve Witkoff.

Sementara itu, Iran akan diwakili delegasi diplomatik yang dipimpin langsung oleh Araghchi. Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa Araghchi telah tiba di Muscat, ibu kota Oman, untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Perundingan ini sempat diragukan akan berlangsung pada awal pekan, namun seorang pejabat Gedung Putih memastikan kepada Anadolu bahwa pembicaraan tetap digelar.

Rencana dialog tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, dipicu oleh pengerahan militer AS di Teluk Persia serta ancaman aksi militer yang berulang dari Trump.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah negara juga menawarkan diri menjadi mediator guna meredakan ketegangan, dengan Turkiye disebut memainkan peran aktif.

Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, menuduh Iran berupaya memproduksi senjata nuklir, sementara Teheran menegaskan program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai, termasuk pembangkit listrik.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın