Muhammad Abdullah Azzam
15 Mei 2019•Update: 15 Mei 2019
Alaattin Doğru
DAKAR
Setidaknya 12 orang tewas dalam sebuah serangan bersenjata di permukiman suku Fulani di distrik Segou, Mali.
Media setempat melaporkan bahwa sekelompok penyerang bersenjata mengenakan pakaian Dozo sambil menyerang desa Yeremakono milik suku Fulani.
Serangan tersebut menewaskan 12 orang, di antaranya terdapat anak-anak dan wanita.
Di sisi lain, otoritas setempat belum membuat pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Konflik etnis telah meningkat selama setahun terakhir di wilayah tengah Mali. Konflik etnis paling berdarah terjadi di pusat daerah Mopti.
Sebelumnya 160 orang tewas dan 65 lainnya terluka dalam serangan bersenjata di wilayah Mopti oleh para penyerang yang berpakaian seperti pemburu tradisional Dozo pada 23 Maret lalu.
Penggembala dari suku Fulani, yang sebagian besar tinggal di Mali tengah, telah mengalami sejumlah serangan dalam beberapa tahun terakhir akibat adanya insiden teroris di wilayah tersebut.
Ketegangan di Mali meletus pada 2012, setelah kudeta militer yang gagal dan pemberontakan oleh kelompok etnis nomaden Tuareg, yang pada akhirnya memungkinkan kelompok-kelompok militan yang terkait Al-Qaeda untuk mengambil alih bagian utara negara itu.
Pada 2015, pemerintah dan beberapa kelompok pemberontak menandatangani kesepakatan damai.
Namun, perselisihan politik dan masyarakat terus memicu ketegangan di Mali utara, sehingga merusak implementasi perjanjian perdamaian.