Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Mei 2019•Update: 15 Mei 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Media lokal Korea Selatan pada Selasa melaporkan harga pangan di Korea Utara mengalami penurunan, setelah sebelumnya Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan negara itu sedang menghadapi krisis kekurangan makanan.
Menurut harian Chosunilbo yang berbasis di Seoul, harga makanan di Korea Utara telah mengalami penurunan selama hampir enam bulan.
WFP sebelumnya mengatakan hampir satu juta orang yang tinggal di Korea Utara menghadapi kekurangan beras tahun ini, setelah hasil panen tahun lalu mencapai level terendah sejak 2008.
Harian itu mengatakan pemerintah melepaskan stok militer ke pasar, menjatuhkan harga beras sekitar 1.000 won Korea Utara per kilogram di kota-kota besar termasuk Pyongyang selama enam bulan terakhir.
"Ada spekulasi bahwa kekurangan pangan tidak separah klaim Korea Utara atau rezim mengendalikan harga untuk memadamkan potensi kerusuhan," tulis laporan tersebut.
Harian itu menggarisbawahi bahwa persediaan makanan juga meningkat berkat bantuan dari China dan Rusia baru-baru ini.
Setelah WFP menyatakan Korea Utara menghadapi krisis pangan, Korea Selatan bersiap untuk mengirim bantuan pangan ke Pyongyang pada September tahun ini.
Seoul terakhir kali memberikan bantuan 5.000 ton beras ke Korea Utara pada 2010, ketika negara komunis tersebut dilanda banjir hebat.
Menteri Unifikasi Korea Selatan Kim Yeon-chul pada Selasa bertemu dengan perwakilan dari tujuh kelompok keagamaan yang memainkan peran utama dalam memberikan bantuan kemanusiaan ke Korea Utara.