Muhammad Abdullah Azzam
29 Desember 2018•Update: 31 Desember 2018
Bahattin Gönültaş
BERLIN
Penjualan senjata dan peralatan militer Jerman tahun ini mengalami penurunan 26 persen dibandingkan tahun lalu.
Menanggapi pertanyaan seorang anggota parlemen dari Partai Hijau, Kementerian Ekonomi dan Energi Jerman mengungkapkan, pemerintah menyetujui penjualan senjata dan peralatan militer senilai 4,620 miliar euro tahun ini.
Jumlah penjualan pada tahun ini nampak turun 1,6 miliar euro jika dibandingkan dengan penjualan pada priode yang sama tahun lalu, yaitu sebanyak 6,240 miliar euro.
Aljazair menjadi negara yang paling banyak melakukan pembelian senjata dari Jerman dengan total nilai 802 juta euro pada tahun ini.
Setelah Aljazair diikuti oleh Amerika Serikat dengan 506 juta euro, Australia dengan 432 juta euro, dan Arab Saudi dengan 416 juta euro.
Pemerintah Jerman pada Oktober lalu mengumumkan bahwa mereka tak akan mengekspor senjata ke Arab Saudi sebelum ada kejelasan kasus pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi.
Kebijakan pembatasan ekspor senjata oleh pemerintah Jerman ke Arab Saudi itu mengganggu Industri Keamanan dan Pertahanan Jerman (BDSV).
Pejabat tinggi BDSV Christoph Atzpodien mengatakan pihaknya menyalahkan pemerintah Jerman atas penurunan penjualan senjata dari Jerman.
Atzpodien menyerukan pemerintah Jerman agar tidak membebankan keputusan yang diambil bedasarkan isu politik kepada perusahaan penjual senjata.