05 September 2017•Update: 05 September 2017
Pemimpin perusahaan tidak boleh memeriksa surel pekerjaan karyawan mereka sebelum memberitahu mereka dahulu, menurut keputusan Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia (ECHR) pada Selasa.
Keputusan itu menjadi perkembangan yang signifikan yang membatasi sejauh apa bos perusahaan bisa mengawasi komunikasi pribadi yang dilakukan karyawan.
Dalam kasus ini, penuntu adalah warga Romania bernama Bogdan Mihai Barbulescu yang bekerja sebagai insinyur di bagian penjualan sebuah perusahaan swasta.
Dia dipecat oleh perusahaan itu pada 2007 karena menggunakan akun Yahoo! Messenger miliknya untuk "tujuan pribadi" - berkomunikasi dengan saudara dan tunangannya.
Grand Chamber, dewan tertinggi ECHR, itu memutuskan dengan suara 11-6 bahwa pengadilan Romania - yang memihak pada perusahaan itu - gagal melindungi hak-hak Barbulescu yakin hak untuk kehidupan pribadi dan komunikasi pribadi.
Pengadilan tertinggi Eropa itu sebelumnya pada Januari 2016 mengatakan "bukan tidak masuk akal bahwa pihak perusahaan ingin memastikan karyawannya melaksanakan tugas-tugas mereka pada waktu kerja".
Namun, Grand Chamber setuju memeriksa ulang kasus itu atas permintaan Barbulescu. Keputusan final hari ini tidak bisa di banding.