Michael Gabriel Hernandez
27 Januari 2023•Update: 30 Januari 2023
WASHINGTON
Serangan militer Amerika Serikat (AS) di Somalia utara telah menewaskan seorang fasilitator utama Daesh/ISIS dan 10 teroris lainnya, ungkap dua pejabat senior pemerintah pada Kamis.
Pasukan AS melakukan operasi di kompleks gua pegunungan Somalıia Utara untuk menangkap Bilal al-Sudani tetapi dia tewas terbunuh pada Rabu malam, kata salah satu pejabat.
Al-Sudani sebelumnya berada di bawah sanksi AS pada tahun 2012 saat berafiliasi dengan kelompok teroris al-Shabaab Somalia. Ketika telah menjadi sasaran penyerangan, dia masih mendukung operasi Daesh/ISIS di Afrika dan sekitarnya, terutama melalui penggalangan dana.
Perencanaan penggerebekan berlangsung selama beberapa bulan dan melibatkan beberapa lembaga pemerintah AS. Pentagon memberi pengarahan kepada Presiden Joe Biden tentang operasi itu minggu lalu, dan panglima tertinggi menandatanganinya awal pekan ini.
"Melalui operasi ini dan lainnya, Presiden Biden telah memperjelas bahwa kami berkomitmen untuk menemukan dan menghilangkan ancaman teroris terhadap Amerika Serikat dan rakyat Amerika di mana pun mereka bersembunyi, tidak peduli seberapa jauh," ujar salah satu pejabat.
"Amerika Serikat dan sekutu serta mitra kami lebih aman hari ini sebagai hasil dari operasi ini kemarin, dan presiden akan terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi Amerika Serikat dan kepentingannya di seluruh dunia dari ancaman teroris di mana pun mereka ada," katanya menambahkan.
Tidak ada personel militer AS yang tewas, tetapi satu anggota militer terluka oleh seekor anjing militer AS. Tidak ada warga sipil yang tewas atau terluka.