Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Desember 2019•Update: 13 Desember 2019
Hamdi Yildiz
TRIPOLI
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB mengatakan bahwa pihaknya siap untuk menggagalkan setiap serangan oleh pasukan yang berafiliasi dengan komandan militer pemberontak Khalifa Haftar.
Mustafa al-Majai, juru bicara operasi Burkan Al-Ghadab (Gunung Api Kemarahan), pada Kamis menanggapi pernyataan Haftar tentang peluncuran serangan untuk merebut Ibu Kota Tripoli.
Al-Majai mengatakan setiap serangan yang dilancarkan oleh pasukan Haftar adalah aksi bunuh diri.
Juru bicara itu mengatakan GNA siap menghadapi pasukan pemberontak itu, menambahkan bahwa pernyataan Haftar muncul setelah keberhasilan operasi GNA di wilayah Yarmouk.
Al-Majai menekankan bahwa pemerintah memonitor secara ketat dukungan asing untuk Haftar.
Menurut dia, dukungan seperti negara-negara lain merupakan pelanggaran embargo senjata terhadap Libya.
Operasi pendudukan pasukan pimpinan Khalifa Haftar melawan Tripoli telah berlangsung selama delapan bulan terakhir tanpa memperoleh keberhasilan besar di lapangan.
Pada Kamis, Haftar mengatakan telah menginstruksikan militan untuk meluncurkan "pertempuran yang menentukan" untuk merebut ibu kota.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.