07 Oktober 2017•Update: 09 Oktober 2017
Fatih Erel
JENEWA
Sekitar 2.000 pengungsi Rohingya dalam sehari tiba di Cox's Bazar Bangladesh untuk melarikan diri dari kekerasan di Myanmar, ujar PBB, Jumat.
"Pengamat percaya sebanyak 100.000 orang menunggu untuk menyeberang ke Cox's Bazar dari Kota Buthidaung, Arakan utara," ujar juru bicara Badan Migrasi PBB (IOM) Joel Millman dalam sebuah konferensi pers di Jenewa.
Juru bicara Badan Pengungsi PBB (UNHCR) Andrej Mahecic mengatakan pihaknya segera mencari dana tambahan senilai USD 83,7 juta untuk enam bulan ke depan guna membantu lebih dari setengah juta pengungsi Rohingya di Bangladesh.
Mark Lowcock, koordinator bantuan darurat pada Kantor PBB untuk Koordinasi Kemanusiaan (OCHA) menyebut krisis tersebut sebagai "yang paling menyentuh hati".
Konferensi donor tingkat tinggi di Jenewa untuk pengungsi Rohingya berencana digelar pada 23 Oktober.
Sejak kekerasan meletus pada 25 Agustus lalu, PBB mencatat sudah 515.000 warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.
Orang-orang Rohingya mengungsi dari operasi militer tentara Myanmar dan umat Buddha yang membunuh, menjarah rumah, dan membakar desa-desa mereka.
Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali, sekitar 3.000 Rohingya tewas dalam operasi tersebut.
PBB menyebut Rohingya sebagai kaum paling teraniaya di dunia, yang telah mengalami penderitaan karena sejumlah serangan sejak meletusnya kekerasan komunal pada 2012.
PBB mencatat adanya pemerkosaan massal, pembunuhan - termasuk terhadap bayi dan anak-anak - kekerasan brutal dan penghilangan yang dilakukan personel keamanan.
Dalam laporan mereka, penyelidik PBB mengatakan pelanggaran HAM di Arakan mencapai tahap kejahatan terhadap kemanusiaan.