07 Oktober 2017•Update: 09 Oktober 2017
Dilara Zengin
ANKARA
Indeks harga pangan pada September naik karena dipengaruhi kenaikan harga minyak nabati dan susu, kata Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), Kamis.
Rata-rata indeks harga pangan mencapai 178,4 poin pada September, naik 4,3 persen dibanding dengan September tahun lalu.
Indeks Harga Pangan FAO adalah indeks yang mengukur harga pasar internasional dari lima kelompok komoditas pangan utama.
Dibanding dengan bulan sebelumnya, indeks harga minyak nabati naik 4,6 persen pada September, karena dipengaruhi kenaikan harga minyak kelapa sawit, kedelai, minyak rapa, dan minyak bunga matahari.
Sementara itu, indeks harga susu naik 2,1 persen setiap bulannya, karena naiknya harga mentega dan keju yang disebabkan adanya kendala pasokan dari Australia, New Zealand, dan Uni Eropa.
Pada September, harga daging dan gula tidak mengalami perubahan, sementara harga biji gandum menurun 1 persen karena turunnya pasokan jagung dan gandum.
"FAO memperkirakan bahwa musim panen saat ini akan mencapai rekor produksi tertingginya. FAO memperkirakan sebanyak 750,1 juta ton gandum, 1.361 juta ton biji-bijian mentah, dan 500,7 juta beras akan dipanen pada 2017," tambah FAO.