Maria Elisa Hospita
26 Desember 2018•Update: 27 Desember 2018
TRIPOLI/JEDDAH/KAIRO
Misi PBB di Libya, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan Parlemen Arab merilis pernyataan terpisah yang mengutuk serangan ke kantor Kementerian Luar Negeri Libya di Tripoli pada Selasa yang menewaskan sedikitnya tiga orang.
Lewat sebuah pernyataan, utusan PBB untuk Libya Ghassan Salama mengatakan bahwa terorisme "tidak akan mempengaruhi keputusan rakyat Libya untuk membangun negara yang stabil".
"Kami akan terus bekerja sama dengan orang-orang Libya untuk mencegah aktivitas kelompok-kelompok teroris," ujar Salama.
OKI yang berbasis di Jeddah juga mengecam serangan teroris itu.
"Serangan ini bertujuan menghalangi upaya untuk mencapai dialog nasional dan menggoyahkan Libya," kata Sekretaris Jenderal OKI Youssef al-Othaimeen dalam sebuah pernyataan.
Dia juga menegaskan sikap perlawanan OKI terhadap "segala bentuk terorisme" dan dukungan organisasi itu untuk pemerintah Libya.
Sementara itu, Ketua Parlemen Arab Meshaal al-Salami menyatakan bahwa "aktivitas teroris tidak akan menghentikan Libya dari memajukan proses politiknya".
Al-Salami menekankan bahwa dia mendukung upaya negara untuk menjaga keamanan dan warganya.