Maria Elisa Hospita
31 Januari 2019•Update: 31 Januari 2019
Betul Yuruk
PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA
Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengungkapkan hampir 5.000 orang meninggalkan Venezuela setiap harinya.
Joung-ah Ghedini-Williams, juru bicara Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), mengatakan bahwa warga Venezuela meninggalkan negaranya karena "ketidakstabilan dan ketidakpastian" di tengah krisis kepemimpinan.
"Brasil, Kolombia, Ekuador, dan Peru masih menjadi negara penerima warga Venezuela dalam jumlah terbesar," kata Ghedini-Williams dalam konferensi pers di markas PBB, Rabu.
Data UNHCR menunjukkan bahwa sejak 2015, sebanyak tiga juta rakyat Venezuela telah meninggalkan negara itu.
Pekan lalu, Guaido, pemimpin Majelis Nasional Venezuela, mendeklarasikan dirinya sebagai presiden.
Langkah tersebut mendapat dukungan dari Amerika Serikat, Kanada, dan sebagian besar negara Amerika Latin.
Menanggapi langkah itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington dan menuduh AS merancang kudeta terhadap pemerintahnya.
Venezuela telah diguncang gelombang protes sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua.