Dunia

PBB: Daesh terus berkembang di Afghanistan

Sekjen PBB Guterres mengatakan Daesh terus mengumpulkan kekuasaan di Afghanistan meski pemerintah dan pasukan internasional menggelar operasi kontra-teroris di negara tersebut

Muhammad Abdullah Azzam   | 10.09.2019
PBB: Daesh terus berkembang di Afghanistan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. (Foto file - Anadolu Agency)

New York

Gamze Türkoğlu Oğuz

PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA 

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan organisasi teroris Daesh terus mengumpulkan kekuasaan di Afghanistan meski pemerintah dan pasukan internasional menggelar operasi melawan kelompok teroris di negara tersebut.

Dalam laporannya untuk Dewan Keamanan PBB, Guterres mengatakan sejak pertengahan Juli hingga awal September terjadi 183 insiden yang berkaitan dengan Daesh di Afghanistan.

Pada periode yang sama tahun lalu jumlah insiden tersebut hanya berjumlah 93, ungkap Guterres.

Oleh sebab itu, Guterres menyimpulkan bahwa organisasi teroris tersebut terus mengumpulkan kekuasaan di Afghanistan dari waktu ke waktu.

Guterres menyebut pembicaraan damai antara AS dan Taliban, dialog antara pihak-pihak di Afghanistan dan penguatan upaya rekonsiliasi regional untuk perdamaian telah meningkatkan optimisme bahwa proses perdamaian formal akan segera dimulai, meski dengan berhati-hati.

Dia menuturkan proses perdamaian "berdasarkan rekonsiliasi dengan cakupan yang luas" akan bisa bertahan bila melindungi hak-hak semua warga Afghanistan.

Sekretaris Jenderal PBB Guterres menegaskan kembali seruannya untuk pertemuan langsung antara Taliban dan pemerintah Afghanistan.

Soal ancaman terhadap pemilu presiden di Afghanistan pada 28 September mendatang, Guterres menyerukan kepada Taliban dan organisasi bersenjata lainnya untuk "berhenti mengancam pejabat pemilu, para kandidat dan pemilih".

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengatakan bahwa pembicaraan damai dengan Taliban telah 'mati' atau berakhir, setelah Trump membatalkan pertemuan yang telah direncanakan sebelumnya sebagai balasan atas serangan yang menewaskan puluhan orang, termasuk seorang tentara AS.

Pertemuan di Kamp David akan berlangsung hanya tiga hari sebelum AS memperingati serangan 11 September 2001 yang menewaskan 3.000 orang.

Perundingan itu dimaksudkan untuk mencari solusi bagi konflik di Afghanistan.

Trump sedang berusaha untuk menarik sebagian besar dari 14.000 tentara AS di Afghanistan menjelang pemilihan presiden 2020.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın