Maria Elisa Hospita
04 Oktober 2018•Update: 04 Oktober 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
PBB memberi selamat kepada Presiden Irak Barham Salih yang baru saja dilantik.
"Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menantikan kerja sama dengan Presiden Salih, sesuai dengan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa di Irak," kata juru bicara Farhan Haq dalam sebuah pernyataan.
"Sekjen berharap terpilihnya Barham Salih akan membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan baru yang inklusif sejalan dengan jadwal konstitusional," kata dia lagi.
Salih adalah politikus Kurdi veteran yang dipilih oleh sebagian besar pos parlemen Irak pada Selasa. Sebelumnya dia menjabat sebagai perdana menteri Pemerintah Regional Kurdi (KRG) pada 2009-2011.
Salih lahir pada 1960 di Sulaymaniyah, utara Irak. Dia adalah lulusan jurusan Arsitektur Universitas Cardiff. Dia juga meraih gelar master dalam bidang teknik di Liverpool University.
Dia adalah pendiri Sulaymaniyah American University dan representatif Persatuan Patriotik Kurdistan (PUK) di Inggris pada 1980-an.
Menurut Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo telah memberi selamat kepada Salih melalui telepon. Pompeo menegaskan bahwa AS menantikan kerja sama dengan Irak.
"Menteri Pompeo menyampaikan dukungan AS yang berkelanjutan untuk Irak yang kuat, berdaulat, dan makmur sebagaimana tertera dalam Perjanjian Kerangka Kerja Strategis bilateral kami dengan Irak," kata juru bicara Heather Nauert lewat sebuah pernyataan.