Maria Elisa Hospita
10 April 2019•Update: 10 April 2019
Walid Abdullah
TRIPOLI
Bentrokan besar meletus di area Ain Zara, selatan ibu kota Libya, Tripoli, pada Selasa, antara tentara Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) dengan pasukan pendukung Khalifa Haftar.
Bentrokan itu terjadi ketika tentara GNA mencoba mengambil alih sejumlah area yang diduduki pasukan pro-Haftar selama dua hari terakhir.
Karena bentrok sengit, warga yang tinggal di kawasan Ain Zara bahkan tak bisa meninggalkan rumah-rumah mereka.
Dalam perkembangan selanjutnya, pasukan pro-Haftar mengumumkan bahwa mereka telah menguasai Ain Zara, termasuk jalan Al-Fitra dan markas Batalion ke-42 yang terafiliasi dengan GNA.
“Pesawat tempur GNA kini menggempur pasukan pro-Haftar yang dikerahkan ke distrik Sog al-Khmies, Tripoli,” ungkap seorang sumber militer kepada Anadolu Agency.
“Serangan udara itu, bagaimanapun, gagal mengusir pasukan pro-Haftar karena pasukan itu menggunakan sistem pertahanan anti-pesawat,” jelas dia.
Sebelumnya, pada Selasa, pesawat tempur yang terafiliasi pasukan pro-Haftar menghantam Bandara Tripoli. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Akhir pekan lalu, Haftar mengumumkan kampanye ambisius untuk merebut Tripoli, di mana markas GNA berada.
Namun, pada Senin, kampanye itu kehilangan momentum, karena tentara GNA berhasil merebut kembali dua pangkalan militer di dekat ibu kota dari pasukan Haftar.
Kedua belah pihak juga terus berupaya menguasai tiga bandara strategis dekat Tripoli.
Libya masih dilanda gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan tewasnya Presiden Muammar Gaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya telah menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing: satu di timur Kota Al-Bayda; dan satu lagi di Tripoli.