Rhany Chairunissa Rufinaldo
09 April 2019•Update: 10 April 2019
Afra Aksoy
TRIPOLI
Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang didukung PBB pada Senin berhasil merebut kembali dua pangkalan militer di dekat ibu kota dari komandan Khalifa Haftar, menurut pernyataan di akun media sosial GNA.
Menurut pernyataan itu, serangan balasan, yang dinamakan "Gunung Berapi Kemarahan", memukul mundur serangan yang dilakukan oleh pasukan Haftar di Tripoli dan kota-kota lain, merebut kembali pangkalan militer Yarmouk dan as-Sawareh.
"Sekitar 23 pasukan Haftar ditangkap selama operasi," kata pernyataan tersebut.
Menurut sumber militer setempat, pasukan GNA juga merebut kembali Bandara Internasional Tripoli dari Haftar.
Sementara itu, penerbangan di bandara Mitiga kembali normal setelah sebelumnya di serang oleh pesawat tempur yang berafiliasi dengan pemerintah timur Libya dan pasukan yang setia kepada Haftar, Senin.
Kamis lalu, Haftar meluncurkan operasi militer dengan tujuan menangkap Tripoli, namun, setelah sempat sukses di awal, kampanye itu terhenti pada Senin.
Libya masih dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan terbunuhnya Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.