Dunia

Pasukan Haftar bersedia mundur dari ibu kota Libya dengan 'jaminan'

Menurut utusan PBB untuk Libya, Khalifa Haftar kemungkinan menginginkan sejumlah posisi penting di negara itu

Maria Elisa Hospita   | 10.09.2019
Pasukan Haftar bersedia mundur dari ibu kota Libya dengan 'jaminan' Utusan PBB untuk Libya Ghassan Salame. (Foto file - Anadolu Agency)

Libyan

Ali Abo Rezeg

PARIS 

Utusan PBB untuk Libya menyatakan bahwa Khalifa Haftar, pemimpin pasukan Libya timur, membutuhkan "jaminan" jika pemerintah Libya menginginkan mereka mundur dari Tripoli.

"Situasinya semakin memburuk sejak beberapa pekan lalu. Masalah ini tidak hanya soal geografis. Haftar membutuhkan jaminan sebelum mundur dari Tripoli," ungkap Ghassan Salame.

Menurut dia, Haftar kemungkinan menginginkan sejumlah posisi penting di negara itu.

"Sebagai imbalannya, beberapa pihak bersedia bernegosiasi dengan Haftar," tambah Salame.

Namun, menurut Salame, beberapa pihak lainnya tak ingin bernegosiasi dengannya setelah dia kehilangan legitimasi sebagai pemangku kepentingan di Libya.

Pada April, pasukan yang setia kepada Haftar melancarkan serangan untuk merebut Tripoli dari pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa bentrokan keduanya telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan sekitar 5.500 lainnya luka-luka.

Libya masih dilanda gejolak sejak 2011, ketika Muammar Khaddafi digulingkan dan tewas dalam pemberontakan yang didukung NATO setelah empat dekade berkuasa.

Sejak itu, muncul dua poros kekuasaan yang saling bersaing di negara kaya minyak itu, satu di Libya timur, dan satu lagi yang berbasis di Tripoli.


* Bassel Barakat turut melaporkan dari Ankara

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın