Muhammad Abdullah Azzam
06 Mei 2019•Update: 06 Mei 2019
Eşref Musa, Burak Karacaoğlu
IDLIB
Sedikitnya 10 warga sipil tewas dalam serangan udara di sebuah kawasan permukiman di utara zona de-eskalasi Idlib, Suriah.
Sumber Pertahanan Sipil (White Helmets) mengungkapkan setidaknya 10 warga sipil tewas di desa Ureynib, Rub-u al Juz dan Shinan.
White Helmets menuturkan bahwa dua anak-anak, dan empat wanita berada di antara korban tewas itu.
Tim pertahanan sipil tengah melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan di bawah puing-puing bangunan yang terhantam bom-bom.
Menurut observatorium pesawat oposisi Suriah, desa Rub-u al Juz dan Shinan di Idlib menjadi sasaran "jet Rusia yang lepas landas dari pangkalan udara Khmeimim di Provinsi Latakia barat Suriah".
Setidaknya 59 warga sipil meninggal akibat serangan yang dilakukan rezim Assad dan pendukungnya dalam 4 hari terakhir ke pemukiman sipil di zona de-eskalasi Idlib.
Dalam laporan dari Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah, sebanyak 127 warga sipil tewas dalam serangan oleh rezim Assad dan 13 warga sipil dalam serangan udara Rusia sepanjang bulan April.
Menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati wilayah, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi.