Muhammad Abdullah Azzam
16 Maret 2021•Update: 16 Maret 2021
Mohammad Erteima
TRIPOLI
Pemerintah persatuan baru Libya yang dipimpin oleh Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibeh dilantik pada Senin di depan parlemen Libya di kota Tobruk, timur Libya.
Berbicara kepada Anadolu Agency, anggota parlemen Libya Mohammad al-Ra'eedh mengatakan lebih dari 100 anggota parlemen menghadiri sesi pengambilan sumpah itu.
Sejumlah duta besar Arab dan asing hadir dalam sesi tersebut, tambah dia.
Senin pagi, pemerintah Dbeibeh mengambil sumpah konstitusional di hadapan Pengadilan Tinggi di ibu kota Tripoli sebelum menuju ke Tobruk.
Pekan lalu, parlemen Libya memberikan mosi percaya kepada pemerintah Dbeibeh dengan 132 suara dari 133 anggota parlemen yang menghadiri sesi tersebut.
Rakyat Libya berharap langkah ini akan mengakhiri perang saudara selama bertahun-tahun yang telah melanda negara itu sejak penggulingan dan pembunuhan Muammar al-Qaddafi pada tahun 2011.
Perang diperparah ketika jenderal Khalifa Haftar, yang didukung oleh beberapa negara, termasuk Uni Emirat Arab, Mesir, Rusia, dan Prancis, melakukan serangan militer untuk menggulingkan pemerintah yang berbasis di Tripoli yang diakui secara internasional untuk menguasai negara Afrika Utara itu.