PBB gelar Forum Dialog Politik Libya putaran ke-4
UNSMIL mengadakan sesi untuk membahas proposal mengenai mekanisme pemilihan perdana menteri dan Dewan Kepresidenan
Trablus
Mahmoud Mohamed Barakat
TRIPOLI, Libya
Pertemuan putaran keempat Forum Dialog Politik Libya yang ditengahi oleh PBB dimulai pada Selasa di Libya antara perwakilan pemerintah yang diakui secara internasional dan pihak jenderal Khalifa Haftar.
Pertemuan yang digelar oleh Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL) dimulai dengan diskusi tentang "lebih dari delapan proposal" yang diajukan soal pemilihan perdana menteri dan Dewan Kepresidenan, ungkap seorang anggota komite itu kepada Anadolu Agency.
Rabu lalu, putaran ketiga forum itu ditutup dua hari setelah putaran kedua berakhir, yang digelar secara virtual membahas berbagai topik utama seperti mekanisme nominasi dan seleksi untuk posisi-posisi penting pemerintahan.
Pertemuan pertama forum tersebut diadakan di Tunisia pada 9-15 November, di mana pihak-pihak yang bertikai di Libya sepakat untuk mengadakan pemilihan umum pada 24 Desember 2021.
Para peserta forum menyepakati ruang lingkup, tugas dan wewenang Dewan Kepresidenan, yang akan terdiri dari tiga anggota, masing-masing akan mewakili tiga wilayah Libya, dan keputusan yang diambil oleh dewan harus disetujui dengan suara bulat.
Kesepakatan dicapai tentang kekuasaan dan tugas pemerintah yang akan menjalankan badan eksekutif.
Sebanyak 75 orang yang dipilih oleh PBB untuk mewakili berbagai wilayah Libya menghadiri forum di ibu kota Tunisia.
Libya dilanda perang saudara sejak penggulingan almarhum penguasa Muammar Gaddafi pada 2011.
Libya saat ini dipimpin oleh Perdana Menteri Fayez al-Sarraj, Pemerintah Kesepakatan Nasional didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan dari pasukan Haftar.
PBB mengakui pemerintah al-Sarraj sebagai otoritas yang sah negara itu, yang juga mendapat dukungan dari Turki.
Tentara Libya memerangi milisi Haftar sejak April 2019 dalam konflik yang telah merenggut ribuan nyawa.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
