Maria Elisa Hospita
16 Maret 2021•Update: 16 Maret 2021
Dilara Hamit
ANKARA
Perusahaan farmasi AstraZeneca menegaskan vaksin Covid-19 buatannya terbukti aman secara ilmiah.
Hal itu disampaikan pada Minggu, di tengah kekhawatiran akan laporan orang-orang yang mengalami pembekuan darah setelah divaksin.
Perusahaan itu mengatakan keamanan adalah prioritas mereka dan mereka akan terus memantau keamanan vaksin.
"Kami terus meninjau dengan cermat semua data keamanan yang tersedia. Dari lebih dari 17 juta orang yang divaksin di Uni Eropa dan Inggris tidak ada yang menunjukkan bukti peningkatan risiko emboli paru dan trombosis vena dalam (DVT) atau trombositopenia," jelas AstraZeneca.
Tercatat bahwa sejauh ini, di seluruh UE dan Inggris, ada 15 kasus DVT dan 22 kasus emboli paru di antara mereka yang diberi vaksin.
“Sekitar 17 juta orang di UE dan Inggris sudah divaksin. Jumlah kasus pembekuan darah yang dilaporkan dalam kelompok ini lebih rendah daripada ratusan kasus yang diperkirakan terjadi pada populasi umum,” jelas Ann Taylor, kepala petugas medis perusahaan.
Selama produksi vaksin, AstraZeneca telah melakukan uji kualitas sebanyak lebih dari 60 kali.
"Semua pengujian harus memenuhi kriteria ketat. Data ini diserahkan ke regulator di setiap negara atau wilayah untuk ditinjau secara independen sebelum akhirnya dikirim ke negara-negara itu," tambah Taylor.