Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
06 Januari 2020•Update: 07 Januari 2020
Haydar Karaalp, Mehmet Nuri Ucar
BAGHDAD
Parlemen Irak pada Minggu memutuskan untuk mengusir pasukan Amerika Serikat dari negara itu.
Dalam sidang luar biasa, parlemen dengan suara bulat memutuskan untuk mengirim tentara AS dan pasukan asing ke luar negeri.
Melalui sebuah pernyataan, parlemen mengatakan implementasi keputusan berada dalam kewajiban pemerintah.
Langkah itu dilakukan setelah Qasem Soleimani, kepala Pasukan Quds dari Garda Revolusi Iran, tewas dalam serangan udara drone AS di Irak pada Jumat.
Kematian Soleimani meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran secara dramatis, meskipun selama ini hubungan kedua negara sering memanas sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik Washington secara sepihak dari pakta nuklir 2015.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang menganugerahkan kehormatan kepada Soleimani tahun lalu, bersumpah akan melakukan pembalasan kejam dalam menanggapi pembunuhan sang jenderal.
Pentagon menuduh Soleimani menyetujui serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad yang terjadi pekan lalu dan berencana melakukan serangan terhadap diplomat dan tentara AS di Irak dan Timur Tengah serta bertanggung jawab atas kematian ratusan tentara Amerika dan koalisi.