Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
16 September 2018•Update: 17 September 2018
Oleh Ibrahim Saleh
BAGHDAD
Parlemen Irak pada Sabtu mengadakan sesi kedua untuk memilih ketua parlemen dan dua wakilnya.
Sumber dari dalam parlemen mengatakan kepada Anadolu Agency, bahwa setelah pemenang kursi mayoritas parlemen diambil sumpahnya, mereka akan memilih ketua parlemen dan dua wakilnya.
Sumber tersebut, yang memilih untuk anonim, mengatakan pasukan keamanan Irak di dalam gedung parlemen mencegah media untuk masuk tanpa memberikan alasan.
Awal bulan ini, anggota parlemen yang baru terpilih, menunda untuk memilih ketua parlemen hingga pertengahan September setelah beberapa anggota memboikot pemilihan ketua parlemen.
Dihadiri hanya 85 anggota dari 329 anggota parlemen, sesi pertama berjalan sengit antara koalisi rival (Al-Bina dan reformasi & konstruksi), keduanya mengklaim memiliki suara mayoritas di parlemen.
Pada konstitusi Irak, blok yang memiliki suara mayoritas dalam parlemen memiliki hak untuk menyusun pemerintahan.
Nominasi terkuat untuk mengisi posisi ketua parlemen adalah Osama al-Nujaifi dan Mohamed al-Halbusi.
Menurut hasil pemungutan suara pada 12 Mei Koalisi Sairoon milik Muqtada al-Sadr memenangkan 54 kursi, diikuti oleh koalisi pimpinan Hashd al-Shaabi (47 kursi) dan koalisi Perdana Menteri Haider al-Abadi (42 kursi).