Muhammad Abdullah Azzam
19 Oktober 2018•Update: 19 Oktober 2018
Haydar Karaalp
BAGHDAD
Dalam sebuah pernyataan tertulisnya, pemimpin koalisi Nasr yang memiliki 42 kursi di Parlemen Irak, Haider al-Abadi membantah tuduhan bahwa ia akan meninggalkan politik usai menjabat perdana menteri.
Abadi mengungkapkan bahwa dirinya tak akan meninggalkan politik dan akan berjuang dengan posisi yang lain.
“Saya peduli dengan program Koalisi Nasr, yang kami yakini akan berkontribusi pada pengembangan yang solid di lembaga negara dan menjaga kesatuan negara dan kedaulatannya," ujar dia.
Abadi berkata, “Satu-satunya pilihan saya di periode mendatang adalah kegiatan di parlemen dan kegiatan politik saya di luar parlemen.”
Dia menuturkan bahwa sementara ini belum ada penawaran posisi kementerian dari pemerintahan yang baru. Abadi mengatakan ia hanya akan menerima sebuah posisi jika ada sebuah penawaran yang sesuai dengan visi politik Koalisi Nasr.
Di sisi lain, menurut informasi dari sumber-sumber politik Irak, Adil Abdulmahdi yang akan melanjutkan posisi perdana menteri Irak.
Pihaknya amenawarkan posisi Menteri Luar Negeri kepada Abadi dalam kabinetnya.
Sumber-sumber politik itu menuturkan bahwa Abadi sedang mempertimbangkan tawaran itu.