Maria Elisa Hospita
25 Oktober 2018•Update: 26 Oktober 2018
Ibrahim Saleh
BAGHDAD
Adil Abdul-Mahdi resmi dilantik sebagai perdana menteri Irak pada Rabu malam, setelah parlemen menyetujui susunan kabinet usulannya.
Namun, dari 22 kandidat, mayoritas anggota parlemen hanya menyetujui 14 orang.
Pemungutan suara itu berlangsung hingga lewat tengah malam.
Parlemen akan menggelar sidang berikutnya pada 6 November, ketika delapan kandidat lainnya terpilih.
Menurut seorang sumber, blok-blok politik tertentu telah menekan Abdul-Mahdi - yang didukung ulama Syiah terkemuka Ali al-Sistani - dalam penyusunan kabinet.
Awal bulan ini, Barham Salih, presiden Irak yang baru terpilih, menginstruksikan Abdul-Mahdi untuk membentuk pemerintahan baru.
Abdul-Mahdi menjabat sebagai menteri perminyakan Irak pada 2014-2016.