Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 September 2018•Update: 27 September 2018
Ali Jawad
BAGHDAD
Parlemen Irak akan memilih presiden baru negara tersebut pada 2 Oktober, kata Ketua Parlemen Mohammed al-Halbousi mengatakan, Selasa.
Dua partai politik utama di wilayah Kurdi, Irak utara, bersaing untuk memperoleh jabatan itu, di mana Partai Persatuan Patriotik Kurdistan (PUK) mencalonkan Barham Saleh dan Partai Demokrasi Kurdistan (KDP) menominasikan Fuad Hussein.
"Batas waktu untuk pemilihan presiden berikutnya telah ditetapkan pada 2 Oktober," kata al-Halbousi kepada anggota parlemen.
Pada Senin, Abbas Beyatli, wakil ketua Gerakan Nasionalis Irak, juga mengumumkan niatnya bersaing untuk jabatan itu.
Sementara pada Minggu, Sirve Abdulvahid, seorang politikus independen asal Kurdi, juga mengumumkan pencalonannya, menjadikannya politisi perempuan pertama Irak yang mencalonkan diri menjadi presiden.
Setelah terpilih oleh anggota parlemen, presiden baru akan menggerakkan blok mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan baru.