Dandy Koswaraputra
15 Juli 2018•Update: 15 Juli 2018
Sumeyye Ozer dan Mehmet Kara
ANKARA
Turki menjadi simbol keberanian dengan melawan dan mengalahkan upaya kudeta kejam malam itu dua tahun lalu, kata duta besar Palestina untuk Turki.
Berbicara kepada Anadolu Agency, Sabtu, Duta Besar Palestina Faed Mustafa berkata: "Bangsa Turki memberi seluruh dunia pelajaran dalam demokrasi."
Organisasi Teror Fetullah (FETO) mengatur kudeta yang kalah 15 Juli 2016 di Turki, yang mengakibatkan 251 orang menjadi martir dan hampir 2.200 orang terluka.
Ankara juga menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.
Mustafa menyatakan bahwa dia sedang bertugas di Ankara pada saat itu dan berada di rumah ketika ada berita terjadi kudeta, lalu dia bergegas ke kantor segera setelah mendengar kabar itu.
"Orang-orang Palestina dan saya belajar lebih baik malam itu bahwa keberanian dan cinta Turki untuk tanah air mereka sangat bagus, seperti yang telah terjadi sepanjang sejarah," kata Mustafa.
Dia memuji tindakan rakyat Turki, dan mengatakan mereka memiliki keberanian untuk kebebasan mereka, tanah air, dan demokrasi.
Mustafa menegaskan bahwa persatuan yang solid antara pemerintah dan rakyat sangat penting dalam mengalahkan upaya kudeta.
“Orang-orang segera menerima panggilan Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk turun ke jalan dan alun-alun,” kata dia.
"Kami menyaksikan bagaimana orang-orang berjuang tanpa ragu-ragu,” tambah dia
- Palestina berdoa untuk Turki
Duta besar mengatakan bahwa setelah presiden Turki berbicara kepada pemerintah Palestina tentang kudeta yang dikalahkan, setelah itu banyak pembicaraan telepon dengan negaranya.
Dia mengatakan ketika berita itu menyebar, orang-orang Palestina turun ke jalan dengan bendera Turki untuk mendukung Turki.
"Sepanjang malam, orang-orang berdoa untuk Turki di Yerusalem dan banyak kota lain di Palestina," tambah Mustafa.
Dia juga mengatakan bahwa keputusan rakyat Turki untuk melindungi demokrasi dan negara mereka telah memberi keberanian besar kepada rakyat Palestina untuk melawan di tanah mereka.
Dia mengatakan pada pemilu Turki bulan lalu yang mengantarkan Turki menjadi sistem presidensial dengan jumlah pemilih lebih dari 86 persen, melihat bahwa Turki telah melakukan transisi ke sistem baru tanpa terguncang oleh upaya kudeta yang dikalahkan.
Dia menambahkan bahwa ini adalah tanda kekuatan Turki.
"Kami mencintai pendekatan Turki ini," kata Mustafa.