Maria Elisa Hospita
05 Desember 2018•Update: 06 Desember 2018
Qais Abu Samra
RAMALLAH, Palestina
Palestina mendesak UNESCO untuk melaksanakan tanggung jawabnya terkait Masjid Ibrahim di Kota Hebron, Tepi Barat.
Lewat sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa, Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan "para pemukim Israel mendirikan kandil di atap Masjid Ibrahim pada Senin" selama perayaan Hari Raya Hannukah.
Selain itu, para pemukim menginvasi area masjid dengan mendirikan tenda dan menjalankan ritual Yahudi di dalamnya.
"Tindakan itu mengabaikan tuntutan UNESCO untuk menghentikan pendudukan atas situs keagamaan dan budaya di wilayah Palestina," tambah pernyataan itu.
Kementerian telah meminta komunitas internasional dan organisasi internasional terkait untuk "melindungi situs-situs suci".
Pada Juli 2017, Komite Warisan Dunia yang berafiliasi dengan UNESCO menyatakan Masjid Ibrahim sebagai situs warisan dunia Palestina.
Namun, di tahun yang sama, pemerintah Israel mencegah Masjid Ibrahim mengumandangkan azan sebanyak 645 kali.
Kompleks Masjid Ibrahimi Hebron diyakini sebagai situs pemakaman para nabi, Ibrahim, Ishaq, dan Yakub.
Setelah pembantaian terhadap 29 jemaah masjid oleh pemukim Yahudi ekstremis Baruch Goldstein pada 1994, pemerintah Israel membagi kompleks masjid untuk jemaah Muslim dan Yahudi.
Hebron merupakan rumah bagi sekitar 160.000 Muslim Palestina dan sekitar 500 pemukim Yahudi.