Rhany Chairunissa Rufinaldo
05 Desember 2018•Update: 05 Desember 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Selasa mengatakan NATO sedang berupaya untuk memperdalam kemitraan dengan Georgia dan Ukraina.
"NATO bangga dengan kemitraan unik dan berbeda yang kami miliki dengan Georgia dan Ukraina. Kami berharap bisa berhubungan lebih jauh," kata Stoltenberg dalam pidato pembukaannya di sesi Dewan Atlantik Utara dengan Georgia dan Ukraina.
Pertemuan Menteri Luar Negeri NATO akan membahas berbagai tantangan keamanan, termasuk Rusia, ekstremisme di Timur Tengah dan Afrika Utara serta ketidakstabilan yang berkelanjutan di Afghanistan.
Stoltenberg mengatakan NATO mendukung penuh kedaulatan dan integritas teritorial kedua negara dan aliansi itu akan terus memberikan dukungan kuat bagi Georgia dan Ukraina.
"Sekutu NATO tidak dan tidak akan mengakui aneksasi ilegal Rusia atas Krimea," katanya.
Stoltenberg menegaskan kembali seruannya pada Rusia untuk memastikan kebebasan navigasi dan melepaskan para pelaut Ukraina dan kapal yang disita secepat mungkin.
Pada 25 November, Rusia menyita dua kapal angkatan laut Ukraina dan sebuah kapal tunda angkatan laut bersama dengan 23 awak di Krimea, menuduh Kiev memasuki perairannya dan memprovokasi konflik.
Pada Rabu, para menteri mengadakan sesi pertemuan di Balkan Barat yang akan dihadiri Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Federica Mogherini.
Pertemuan antara negara-negara yang berkontribusi pada Misi Pelatihan Dukungan Tegas di Afghanistan akan mengakhiri sesi tersebut.