Dunia

Otoritas Palestina gelar rapat kabinet di Lembah Yordania

Kabinet Israel telah melakukan pertemuan mingguan di Lembah Yordania sehari sebelumnya

Muhammad Abdullah Azzam  | 17.09.2019 - Update : 17.09.2019
Otoritas Palestina gelar rapat kabinet di Lembah Yordania Ilustrasi: Bendera Palestina dengan latar Masjid al-Aqsa. (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Esat Fırat

YERUSALEM

Pemerintah Palestina pada Senin menggelar pertemuan mingguan kabinet di desa Fasa’il, Lembah Yordania, daerah di timur Tepi Barat yang telah dijanjikan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan dicaplok oleh Israel.

Setelah kabinet Israel melakukan pertemuan mingguan di Lembah Yordania kemarin Minggu, pemerintah Palestina juga melakukan rapat kabinet di tempat yang sama keesokan harinya.

Berbicara dalam rapat yang terbuka untuk pers itu, PM Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan daerah Lembah Yordania adalah bagian tak terpisahkan dari geografi Palestina.

“Pernyataan yang bermaksud untuk mencaplok Lembah Yordania ke Israel tak dapat diterima. Para pemukim Yahudi di sini juga ilegal," tegas PM Palestina.

Shtayyeh mengungkapkan pemerintah akan terus berupaya untuk memperbaiki kondisi kehidupan dan memenuhi kebutuhan sayuran dan buah-buahan warga Palestina di daerah tersebut sesuai dengan instruksi Presiden Mahmoud Abbas.

Shtayyeh menggarisbawahi tujuan pemerintah Palestina melakukan rapat kabinet di daerah itu adalah untuk menekankan identitas Palestina di Lembah Yordania.

"Tindakan Israel untuk mengambil langkah bodoh seperti menganeksasi (tanah Palestina), sama saja mengakhiri semua kesepakatan yang telah ditandatangani,” ujar dia.

Shtayyeh mengatakan bahwa pemerintah Palestina akan terus berusaha menyeret Israel ke pengadilan internasional karena pemerintah Tel Aviv telah mengubah wilayah Palestina menjadi tanah jajahan.

Pemerintah Israel yang dipimpin oleh Netanyahu kemarin Minggu mengadakan pertemuan kabinet mingguan di Lembah Yordania.

Dalam pertemuan kabinet Israel di tanah Palestina itu, Netanyahu mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang berencana mengumumkan program "Perjanjian abad ini" untuk menemukan solusi Palestina-Israel.

Rencana pemerintah AS itu memiliki agenda untuk menentukan status permukiman Yahudi yang ilegal di Tepi Barat.

Di sisi lain, kabinet Israel juga telah menyetujui rencana Netanyahu untuk membangun permukiman Yahudi ilegal baru di Lembah Yordania.

Netanyahu pada Selasa lalu mengatakan Israel akan memberlakukan kedaulatannya atas Lembah Yordania dan permukiman lainnya di Tepi Barat jika dia memenangkan pemilihan umum pekan depan.

“Presiden [AS] Trump mengatakan dia akan menyampaikan Kesepakatan Abad Ini beberapa hari setelah pemilu [September 17] dan ini memberi kita kesempatan besar untuk menerapkan kedaulatan Israel ke Yudea dan Samaria [Tepi Barat] dan daerah lainnya," kata Netanyahu, pada konferensi pers.

Dia menambahkan bahwa ada satu tempat di mana penerapan kedaulatan Israel kemungkinan terjadi segera setelah dia terpilih kembali dalam pemilu.

"Saya mengumumkan niat saya untuk menerapkan kedaulatan Israel ke Lembah Yordania dan Laut Mati, jika warga Israel memilih saya. Ini akan menjadi sabuk pertahanan kita di timur dan memastikan bahwa kita tidak akan pernah menjadi negara yang lebarnya hanya beberapa mil," ujar Netanyahu.

Sekitar 70.000 warga Palestina - bersama dengan sekitar 9.500 pemukim Yahudi - saat ini tinggal di Lembah Yordania, sebidang tanah luas dan subur yang menyumbang sekitar seperempat dari keseluruhan wilayah Tepi Barat.

Sekitar 650.000 orang Yahudi Israel saat ini tinggal di lebih dari 100 permukiman yang dibangun sejak 1967, ketika Israel mulai menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Palestina menginginkan wilayah ini - bersama dengan Jalur Gaza - menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan menganggap semua kegiatan pembangunan permukiman Yahudi di sana sebagai tindakan ilegal.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın