14 Desember 2018•Update: 15 Desember 2018
Elena Teslova
MOSKOW
Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) pada Rabu menyatakan keprihatinanannya atas kedatangan pesawat militer Rusia di Venezuela.
Dua pesawat pengebom Rusia yang mampu membawa senjata nuklir itu mendarat di ibu kota Venezuela, Caracas, pada Senin untuk melakukan latihan militer bersama.
OAS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tindakan tersebut melanggar konstitusi Venezuela dan berbahaya bagi kedaulatan negara.
Dia menambahkan bahwa kehadiran pesawat tersebut melanggar Perjanjian Larangan Senjata Nuklir di Amerika Latin.
Venezuela telah mengalami ketidakstabilan politik sejak kematian mantan Presiden Hugo Chavez pada 2013.
Negara-negara barat menuduh penggantinya, Nicolas Maduro, merebut kekuasaan.
Maduro menampik tudingan tersebut dan sebaliknya, dia menuduh Amerika Serikat melakukan percobaan pembunuhan terhadapnya pada upacara pelantikannya, Agustus 2018.
Rusia tertarik untuk menempatkan infrastruktur militernya di Amerika Latin, dekat perbatasan dengan AS, sementara Washington terus mengirimkan penasihat militer dan senjatanya ke Ukraina, musuh bebuyutan Rusia.