Rania Abu Shamala
31 Desember 2025•Update: 31 Desember 2025
ISTANBUL
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan memerintahkan militer untuk menangguhkan sejumlah operasi militer selama kunjungannya ke Amerika Serikat, guna menghindari potensi komplikasi politik saat bertemu Presiden AS Donald Trump.
Media lokal Israel, mengutip lembaga penyiaran publik KAN, pada Senin (30/12) melaporkan bahwa kepemimpinan politik telah menginstruksikan Angkatan Bersenjata Israel (IDF) untuk menunda sebagian operasi militer hingga Netanyahu kembali dari lawatannya ke AS.
Menurut laporan tersebut, keputusan itu diambil karena kekhawatiran akan terjadinya “komplikasi yang tidak diinginkan” selama pertemuan Netanyahu dengan Trump di Florida. Penangguhan ini dimaksudkan untuk mencegah eskalasi di lapangan yang dapat berdampak pada agenda diplomatik kedua pemimpin.
Netanyahu tiba di Amerika Serikat pada Minggu untuk melakukan pembicaraan dengan Trump. Kunjungan ini dilakukan di tengah ketegangan yang masih berlangsung di Jalur Gaza, menyusul laporan militer Israel bahwa seorang perwira cadangan terluka akibat ledakan bom di Rafah, Gaza selatan. Netanyahu menuding Hamas bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Pertemuan Trump dan Netanyahu diperkirakan akan membahas kelanjutan kesepakatan gencatan senjata Gaza yang mulai berlaku pada 10 Oktober. Salah satu agenda utama adalah transisi menuju fase kedua kesepakatan tersebut.
Fase kedua rencana gencatan senjata mencakup pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza tanpa keterlibatan Hamas, pembentukan pasukan multinasional, serta perlucutan senjata kelompok Hamas.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta menyebabkan wilayah tersebut mengalami kerusakan luas dan sulit dihuni.