Militer Israel lanjutkan serangan di Gaza dan tangkap puluhan warga di Tepi Barat
Ketegangan meningkat di Gaza dan Tepi Barat meski gencatan senjata diberlakukan sejak Oktober 2025
GAZA/RAMALLAH
Sedikitnya tiga warga Palestina, termasuk dua anak dan seorang perempuan, terluka akibat serangan Israel di Jalur Gaza bagian selatan, yang dilaporkan melanggar gencatan senjata yang mulai berlaku sejak Oktober 2025.
Sumber kesehatan setempat menyebut kendaraan militer Israel melepaskan tembakan intensif ke arah tenda-tenda pengungsi Palestina di wilayah El-Meslah, selatan Gaza.
Tiga korban luka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis untuk mendapat perawatan.
Militer Israel juga dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap wilayah timur Khan Younis yang berada dalam area kendalinya.
Sementara itu, kawasan barat kota Rafah menjadi sasaran tembakan artileri berat. Namun belum ada informasi resmi mengenai kemungkinan korban jiwa dalam serangan tersebut.
Artileri Israel juga membombardir wilayah timur Kamp Jabalia di Gaza utara.
Di Tepi Barat yang diduduki, militer Israel dilaporkan menangkap 27 warga Palestina dalam serangkaian penggerebekan di sejumlah kota, termasuk Nablus, Tubas, Tulkarem, dan Jericho, menurut laporan kantor berita resmi Palestina WAFA.
Di Nablus, 17 orang ditangkap, termasuk Wakil Wali Kota Asira al-Shamaliya, Bera Ceraria. Penggerebekan juga dilakukan di Kamp Pengungsi al-Faria di Tubas, serta di Tulkarem dan Jericho.
Sumber lokal juga melaporkan penahanan seorang mahasiswi dan seorang pemuda dalam operasi militer Israel di Kamp Pengungsi al-Fawwar, selatan Hebron.
Sejak dimulainya serangan Israel ke Gaza pada Oktober 2023, intensitas penggerebekan, penahanan, dan serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur dilaporkan terus meningkat.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
