Pizaro Gozali İdrus
02 Januari 2019•Update: 03 Januari 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Militer Filipina menyampaikan pelaku pemboman mall di Cotobato City terkait dengan kelompok teroris Daesh, lansir Philstar pada Rabu.
Komandan militer regional Mayor Jenderal Cirilito Sobejana mengatakan penyelidikan awal menunjukkan desain bom itu mirip dengan yang digunakan oleh para ekstremis yang telah menyatakan setia kepada Daesh.
"Kami melihat Daesh sebagai pelakunya," kata Sobejana.
Kepala juru bicara Kepolisian Filipina (PNP) Benigno Durana Jr. juga mengatakan penyidik polisi telah menemukan kesamaan dalam jenis bahan peledak yang digunakan oleh kelompok Maute dan Bangsamoro Islamic Freedom Fighters (BIFF).
"Berdasarkan modus operandi, hasil investigasi para penyelidik kami pasca-ledakan menemukan bahwa kelompok teroris lokal Daesh di balik pemboman," kata Durana.
Sedikitnya dua orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka akibat ledakan yang terjadi di luar sebuah pusat perbelanjaan di Filipina, Senin.
Ledakan diduga berasal dari sebuah peledak rakitan.
Provinsi Mindanao, yang berbatasan dengan Malaysia dan Indonesia, telah lama dihantui oleh berbagai serangan teroris.
Sedikitnya 10 orang terbunuh pada Juli 2018 ketika para militan menyerang sebuah pos pemeriksaan militer dengan sebuah bom mobil.