MOSKOW
Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu dan sejawatnya dari Inggris Ben Wallace pada Jumat bertemu di Moskow untuk membahas langkah-langkah meredakan ketegangan di Eropa.
“Situasi militer dan politik di Eropa semakin tegang. Dan itu jauh dari kesalahan kami," kata Shoygu kepada wartawan menjelang pertemuan itu.
Dia mengatakan bahwa dia ingin membahas cara-cara untuk mengurangi ketegangan serta proposal Rusia tentang jaminan keamanan yang disampaikan kepada negara-negara NATO pada Desember lalu.
Shoygu juga bertanya kepada Wallace tentang tujuan pemindahan pasukan khusus Inggris ke Ukraina dan syarat kehadiran mereka di sana.
“Dari pihak kami, kami ingin mengusulkan (ke negara-negara Barat) untuk berkontribusi mengurangi ketegangan ini dan berhenti menjejali Ukraina dengan senjata. Dari semua pihak (pengiriman senjata) yang datang, ini dilakukan secara terbuka. Tidak jelas untuk apa,” sebut dia.
"Kami juga ingin memahami mengapa Inggris mengirim pasukan khusus ke Ukraina dan sampai kapan mereka akan tinggal di sana," ungkap dia.
Shoygu mengingat "pengalaman menyedihkan" memompa Afghanistan dengan senjata, memperingatkan bahwa itu bisa jatuh ke tangan teroris.
“Saya ingin mengingatkan pengalaman menyedihkan memompa dengan senjata di beberapa negara. Di Afghanistan, belum lama ini, senjata yang tersisa hampir USD80 miliar. Jika kita berbicara tentang rudal anti-tank, lebih dari 100 di antaranya tertinggal di Afghanistan. Jika berbicara tentang MANPADS (sistem pertahanan udara portabel), lebih dari 150 (di antaranya) tersisa.
“Semua ini, tidak diragukan lagi, menimbulkan ancaman, dengan mempertimbangkan bahwa hanya dalam waktu luang jumlah pejuang ISIS (Daesh) di Afghanistan berlipat ganda. Dan sulit untuk memahami di mana dan di tangan apa senjata ini akan jatuh,” tutur dia.
Shoygu menambahkan bahwa Rusia tidak ingin masalah Afghanistan dibiarkan begitu saja, dan tidak hanya tentang senjata yang ditinggalkan di sana, tetapi juga tentang masalah pengungsi Afghanistan dan perdagangan narkoba.
Hubungan Rusia-Inggris 'mendekati nol'
Shoygu mencatat bahwa pertemuan dengan menteri pertahanan Inggris adalah yang pertama dalam beberapa tahun, tingkat kerja sama militer antara Rusia dan Inggris "mendekati nol dan akan segera mencapai nol dan menjadi minus," yang "tidak diinginkan."
“Oleh karena itu, saya berharap untuk membahas dengan Anda masalah yang paling mendesak dengan mempertimbangkan pengalaman historis kerja sama dan kerja sama tempur kami,” kata Shoygu.
Shoygu mengatakan bahwa dia membaca pernyataan dan wawancara Wallace sebelum pertemuan dan melihat ancaman sanksi di setiap baris kedua.
Dia mengatakan dia tidak ingin pertemuan hari ini dengan kepala pertahanan Inggris menjadi kelanjutan dari "wawancara semacam ini."
Inggris mengatakan bulan lalu bahwa mereka memiliki informasi bahwa Rusia ingin menempatkan “pemimpin pro-Rusia di Kyiv untuk mempertimbangkan apakah akan menyerang dan menduduki Ukraina.”
Pemerintah Inggris mengirimkan senjata pertahanan ke Ukraina dan juga mengerahkan pasukan ke Polandia untuk memperkuat pertahanan timur NATO di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia.
Ukraina dilanda konflik di wilayah timurnya sejak Maret 2014 setelah invasi dan pencaplokan Krimea oleh Rusia.