Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Maret 2020•Update: 12 Maret 2020
Havva Kara Aydin
ANKARA
Menteri pertahanan Turki dan Rusia berbicara melalui telepon untuk membahas situasi di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Selasa.
Menurut Kementerian Pertahanan Nasional Turki, Hulusi Akar dan Sergey Shoygu bertukar pandangan tentang cara-cara untuk mencapai gencatan senjata permanen di antara pihak-pihak yang berkonflik di Idlib.
Akar dan Shoygu juga membahas bagaimana menetapkan kondisi bagi lebih dari 1 juta orang terlantar, yang 81 persen di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, untuk kembali ke rumah mereka.
"Pemenuhan kewajiban berdasarkan perjanjian dan kelanjutan dari upaya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan juga ditekankan selama pembicaraan," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan rekan sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin, menyetujui gencatan senjata baru untuk Idlib yang mulai berlaku pada 5 Maret.
Berdasarkan perjanjian tersebut, seluruh aktivitas militer berakhir di Idlib dengan pembentukan koridor keamanan 6 kilometer di utara dan selatan jalan raya utama M4.
Patroli gabungan Turki-Rusia juga akan dimulai pada 15 Maret di sepanjang jalan raya M4 dari permukiman Trumba, di sebelah barat Saraqib, ke permukiman Ain al-Havr.
Turki meluncurkan Operasi Perisai Musim Semi pada 27 Februari, setelah 34 tentara gugur dalam serangan udara rezim Bashar al-Assad di Idlib yang berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.
Di bawah kesepakatan 2018 dengan Rusia, pasukan Turki dikerahkan ke Idlib untuk melindungi warga sipil dari serangan rezim dan sekutunya.