Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Juli 2019•Update: 16 Juli 2019
Ayhan Simsek
BERLIN
Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen pada Senin mengumumkan bahwa dia akan mundur dari jabatannya, terlepas dari hasil pemungutan suara di Parlemen Eropa, Selasa.
Pengumumannya von der Leyen disampaikan menjelang pemungutan suara di Parlemen Eropa, di mana dia mencalonkan diri sebagai Presiden Komisi Uni Eropa.
"Besok saya akan meminta kepercayaan Parlemen Eropa. Terlepas dari hasilnya, saya akan mundur sebagai Menteri Pertahanan pada Rabu untuk melayani Eropa dengan semua kekuatan saya," tulis dia di Twitter.
Setelah negosiasi yang berkepanjangan di Brussels, politisi konservatif berusia 61 tahun itu dinominasikan oleh para pemimpin Uni Eropa awal bulan ini untuk memimpin Komisi Eropa.
Von der Leyen membutuhkan kemenangan dengan mayoritas absolut dari Parlemen Eropa.
Namun, dia menghadapi oposisi kuat dari Partai Sosial Demokrat dan Partai Hijau.
Jika memenangkan suara di Parlemen Eropa, Von der Leyen akan menjadi presiden perempuan pertama yang memimpin komisi itu.
Presiden Komisi Eropa saat ini Jean-Claude Juncker akan menyelesaikan masa jabatannya pada 31 Oktober.