Rıskı Ramadhan
19 Maret 2018•Update: 20 Maret 2018
Seyma Cebr
KAIRO
Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Abdullah bin Zayed al-Nahyan pada Minggu dilaporkan bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry.
Menurut pernyataan Presiden al-Sisi yang dirilis setelah pertemuannya dengan al-Nahyan, UEA dan Mesir sepakat untuk dengan tegas melawan upaya dan intervensi yang menargetkan stabilitas dan keamanan negara-negara Arab.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya kedua pihak membahas persoalan regional, krisis yang terjadi di negara kawasan dan menentukan jalan terbaik untuk mengatasinya.
Menlu UEA al-Nahyan dalam konferensi pers bersama dengan Menlu Mesir Sameh Shoukry mengatakan bahwa Mesir, Arab Saudi dan UEA memiliki tugas dan tanggung jawab penting untuk membantu dan mendukung situasi negara-negara Arab.
Al-Nahyan mengatakan bahwa mereka akan menyambut baik jika Qatar kembali bergabung dengan pihak Arab dengan meninggalkan metode yang menimbulkan kekerasan dan kebencian.
Sementara Menlu Mesir mengatakan bahwa “Empat negara memiliki posisi tetap melawan Qatar”.
Kedua menteri luar negeri menekankan pentingnya solusi politik untuk Suriah.
Pada 5 Juni 2017, pemerintah Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir memutus seluruh hubungan diplomatik dengan Qatar, yang menyebabkan sebuah krisis di kawasan Teluk.