Syed Zafar Mahdi
27 Maret 2023•Update: 29 Maret 2023
TEHERAN
Menteri luar negeri Iran dan Arab Saudi pada Minggu malam berbincang melalui telepon soal status kesepakatan baru-baru ini guna memulihkan hubungan diplomatik dan merencanakan pertemuan mereka yang akan datang.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa Menlu Hossein Amir-Abdollahian dan sejawatnya dari Saudi Pangeran Faisal bin Farhan al-Saud telah membahas rencana pertemuan yang dijadwalkan selama bulan suci Ramadan.
Namun, keduanya belum menentukan tanggal dan tempat pertemuan yang pasti, yang akan menandai langkah besar ke depan untuk memulihkan hubungan diplomatik antara kedua musuh bebuyutan di Teluk Persia itu.
Teheran dan Riyadh sepakat untuk melanjutkan hubungan diplomatik dan membuka kembali misi diplomatik setelah pertimbangan yang intensif di Beijing awal bulan ini.
Perkembangan positif muncul setelah kedua negara melakukan pembicaraan maraton selama dua tahun yang dimediasi oleh Irak dan Oman.
Dalam percakapan telepon pada Minggu malam, para menlu "membahas perkembangan terbaru mengenai perjanjian pemulihan hubungan bilateral" dan "jalur hubungan yang konstruktif antara kedua negara," kata pernyataan kemlu Iran.
Mereka sebelumnya berbicara pada Rabu, ketika Pangeran Farhan menelepon menlu Iran untuk mengucapkan selamat Nowruz kepadanya.
Itu adalah percakapan pertama antara menteri luar negeri kedua negara dalam tujuh tahun.
Dalam percakapan tersebut, mereka sepakat untuk bertemu “sesegera mungkin” untuk melakukan persiapan pembukaan kembali misi diplomatik yang ditutup pada Januari 2016.
Spekulasi tersebar luas bahwa tempat pertemuan menteri luar negeri kedua negara akan diadakan di Baghdad atau Muscat, meski masih menunggu konfirmasi resmi.