Faruk Zorlu
27 Maret 2023•Update: 29 Maret 2023
ANKARA
Presiden Israel Isaac Herzog pada Senin pagi meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk segera menghentikan proses legislatif untuk rencana reformasi peradilan pemerintah setelah aksi protes massa pada Minggu malam.
"Malam ini kami melihat beberapa kondisi yang sangat sulit. Saya menyampaikan kepada perdana menteri, pemerintah, dan anggota koalisi: Emosi sulit dan menyakitkan. Kecemasan yang mendalam melanda masyarakat. Keamanan, ekonomi, masyarakat - semuanya terancam. Mata semua orang Israel tertuju padamu," ungkap Herzog.
“Demi persatuan rakyat Israel, demi tanggung jawab, saya menyerukan kepada Anda untuk segera menghentikan undang-undang tersebut. Saya menyerukan kepada semua pemimpin partai di Knesset, koalisi, dan oposisi, tempatkan warga negara di atas segalanya, dan berperilaku bertanggung jawab dan berani tanpa penundaan lebih lanjut."
Israel telah menyaksikan protes massal selama 12 minggu terakhir terhadap rencana pemerintah untuk reformasi peradilan, yang dilihat oleh oposisi sebagai perebutan kekuasaan yang mendukung badan eksekutif.
Netanyahu memecat Menteri Pertahanan Gallant pada Minggu setelah Gallant mendesak PM Israel itu pada hari sebelumnya untuk menghentikan rencana perombakan yudisial oleh pemerintah.
Netanyahu, yang diadili karena korupsi, mengklaim bahwa rencananya akan meningkatkan demokrasi dan memulihkan keseimbangan antara cabang pemerintahan legislatif, eksekutif, dan yudikatif.