Dunia

Menlu AS dan Ukraina bahas perang dan krisis pangan global

‘Kedua menlu membahas langkah-langkah yang mungkin untuk mengekspor gandum Ukraina ke pasar internasional,' kata jubir deplu AS

Ekip   | 25.05.2022
Menlu AS dan Ukraina bahas perang dan krisis pangan global Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba. (Foto file - Anadolu Agency)

WASHINGTON

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba membahas berbagai masalah termasuk perang dan krisis pangan global melalui percakapan telepon pada Selasa.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price mengatakan percakapan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan dua menlu di Berlin pada 15 Mei.

Mereka membahas upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk mengatasi konsekuensi dari perang yang dilancarkan oleh Rusia yang dimulai pada 24 Februari.

"Menteri AS mencatat krisis keamanan pangan global akibat perang brutal Presiden (Rusia) (Vladimir) Putin membutuhkan tanggapan global, dan mereka membahas cara potensial untuk mengekspor gandum Ukraina ke pasar internasional," kata Price.

Blinken juga membagikan rincian paket bantuan keamanan senilai USD40 miliar yang ditandatangani oleh Presiden AS Joe Biden pada hari Sabtu.

AS memberikan dana tambahan untuk keamanan, ekonomi, dan bantuan kemanusiaan ke Ukraina dan negara-negara yang terkena dampak perang.

"Menteri [Blinken] kembali menggarisbawahi dukungan kuat Amerika Serikat terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina dalam menghadapi agresi Moskow," tambah Price.

Setidaknya 3.930 warga sipil telah tewas dan 4.532 terluka sejak Rusia melancarkan perang terhadap Ukraina pada 24 Februari. Jumlah korban sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.

Hampir 6,6 juta orang telah melarikan diri ke negara lain, sementara lebih dari 7,7 juta lainnya telah mengungsi di dalam negeri, menurut badan pengungsi PBB.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın