Muhammad Abdullah Azzam
03 Februari 2021•Update: 03 Februari 2021
Ayhan Şimşek
BERLIN
Turki adalah sekutu penting di NATO bagi kami, kata menteri pertahanan Jerman pada Selasa, menjelang pertemuan dengan menteri pertahanan Turki di ibu kota Berlin.
Menhan Turki Hulusi Akar dan delegasinya disambut dengan upacara militer oleh Menhan Annegret Kramp-Karrenbauer di Kementerian Pertahanan Jerman, di mana kedua menteri membahas berbagai kerja sama pertahanan, seperti masalah keamanan internasional, dan perkembangan terkini di Mediterania Timur.
"Turki adalah, dan akan tetap menjadi mitra penting NATO," kata Kramp-Karrenbauer setelah pertemuan, dan menambahkan bahwa pertemuan tersebut dapat diartikan sebagai "hal khusus, dan sinyal yang baik" bagi sekutu.
Dia menggarisbawahi bahwa Turki selalu menjadi mitra yang andal dan dekat, dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi keamanan Eropa.
"Kedua negara memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas di sisi tenggara NATO," tegas dia.
Akar, pada bagiannya, berterima kasih kepada mitranya dari Jerman atas keramahannya dan mengatakan mereka melakukan diskusi yang sangat jujur dan konstruktif tentang sejumlah topik penting.
“Kami memiliki kesempatan untuk membahas berbagai macam isu, baik topik bilateral, maupun masalah keamanan dan pertahanan dalam kerangka NATO dan UE,” ujar Menhan Turki.
Dialog bilateral Turki-Yunani
Kunjungan Akar itu dilakukan setelah dimulainya kembali pembicaraan langsung antara Turki dan Yunani pada 25 Januari, menyusul upaya diplomatik Jerman untuk mengurangi ketegangan di Mediterania Timur.
Kramp-Karrenbauer menyambut baik pembicaraan baru-baru ini antara Ankara dan Athena, dan menyatakan harapan bahwa proses ini akan membantu menemukan solusi diplomatik untuk masalah lama antara kedua sekutu NATO tersebut.
“Saya berharap semua pihak akan menggunakan kesempatan ini untuk berdialog, saya melihat Jerman memiliki peran mediasi,” kata dia.
Pemerintah Jerman telah mengambil beberapa inisiatif dalam beberapa bulan terakhir untuk mengurangi ketegangan antara Turki dan Yunani, dan memfasilitasi dimulainya kembali pembicaraan langsung setelah jeda empat tahun.