Maria Elisa Hospita
19 Februari 2018•Update: 19 Februari 2018
Gulsen Cagatay
ANKARA
Meksiko resmi jadi anggota ke 30 Badan Energi Internasional (IEA), pada 17 Februari 2018, kata IEA, Senin.
Meksiko menjadi negara Amerika Latin pertama yang bergabung dengan organisasi tersebut.
"Aksesi Meksiko menjadi landasan strategi modernisasi IEA yang sedang berlangsung, termasuk 'membuka pintu' bagi IEA untuk lebih terlibat dengan negara-negara berkembang dan pemain energi utama di Amerika Latin, Asia dan Afrika, untuk menuju energi yang aman, berkelanjutan dan terjangkau," kata IEA lewat sebuah pernyataan.
Keanggotaan tersebut terealisasi setelah Kesepakatan IEA diratifikasi oleh Senat Meksiko, kemudian dipresentasikan ke pemerintah Belgia.
30 negara anggota IEA dan tujuh negara asosiasi saat ini menyumbang lebih dari 70 persen konsumsi energi global, yang naik kurang dari 40 persen pada 2015.
Joaquín Coldwell, sekretaris energi Meksiko mengatakan, dengan langkah baru ini, Meksiko akan memasuki forum energi terpenting di dunia.
"Kami akan ikut andil dalam penetapan kebijakan energi dunia dan berpartisipasi dalam latihan tanggap darurat," ujar Coldwell.
Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan bahwa reformasi energi dalam beberapa tahun terakhir telah mengukuhkan posisi Meksiko di peta kebijakan energi global.
Meksiko adalah negara ekonomi terbesar ke-15 dan produsen minyak terbesar ke-12 di dunia, yang memiliki beberapa sumber energi terbarukan terbaik di dunia.
"Menjadi anggota IEA akan memberikan keuntungan besar bagi Meksiko dalam diskusi mengenai tantangan-tantangan energi dunia. IEA dengan senang hati terus mendukung implementasi reformasi energi Meksiko dengan keahlian teknis, dan meningkatkan dialog bilateral mengenai kebijakan energi," kata Birol.