Astudestra Ajengrastrı
04 November 2017•Update: 06 November 2017
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Manusia adalah penyebab utama perubahan iklim dan naiknya temperatur Bumi sejak awal abad ini, menurut penelitian terbaru yang dibuat oleh 13 lembaga di AS.
Laporan ini menyebut, temperatur udara naik sekitar 1 Celcius dari sekitar 115 tahun, antara 1901-2016, sehingga menjadikan periode ini sebagai yang paling panas dalam sejarah.
Tiga tahun terakhir juga tercatat sebagai tahun-tahun terpanas dalam sejarah, lanjut laporan itu, sehingga menjadikan peringatan bahwa tren kenaikan suhu ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
"Kesimpulan ini diambil berdasarkan bukti-bukti yang nyata, bahwa kegiatan manusia, terutama emisi gas rumah kaca, adalah penyebab dominan naiknya temperatur Bumi sejak pertengahan abad 20," tulis laporan itu.
"Perubahan iklim selama ratusan tahun ini sudah terjadi, dan tidak ada penjelasan lain yang bisa menjawabnya," tambahnya.
Laporan ini dinamai "Climate Science Special Report" dan penelitiannya dilakukan oleh representatif AS. Antara lain oleh Departemen Pertahanan, Energi, Perdagangan, Agrikultur, Transportasi, NASA, dan Lembaga Perlindungan Lingkungan AS.
Temuan dari lembaga-lembaga pemerintah AS ini, tentu saja, kontras dengan pernyataan yang dibuat Presiden AS Donald Trump.
"Faktanya sudah ada, ini tidak perlu diperdebatkan," kara Menteri Energi AS Rick Perry saat diwawancarai soal perubahan iklim. "Apakah iklim berubah, apakah manusia ikut andil? Ya, tentu saja. Pertanyaanya adalah, seberapa banyak kita terlibat," ujar dia.
Trump, pada 1 Juni, menarik AS dari Perjanjian Paris yang ditandatangani oleh 195 negara, yang bertujuan untuk melawan perubahan iklim dan pemanasan global.