Ovunc Kutlu
25 Januari 2018•Update: 26 Januari 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Senat AS menyetujui dengan suara nyaris bulat Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menjadi ketua bank sentral yang baru.
Hasil voting 84-13 keluar pada Kamis malam menasbihkan Powell sebagai ketua Dewan Gubernur Federal Reserve System dengan masa jabatan empat tahun.
Powell akan menggantikan Ketua The Fed saat ini, Janet Yellen, yang masa jabatannya berakhir pada 3 Februari nanti.
Sebelumnya, Trump mengumumkan pada 2 November 2017 bahwa Gedung Putih menominasikan Powell untuk memimpin bank sentral, dan berkata Powell akan mengawal perekonomian AS melewati “rintangan apapun.”
“Sistem keuangan kita sudah semakin kuat. Bank-bank memiliki likuiditas lebih tinggi … Keputusan yang baik soal kebijakan keuangan sangat penting bagi masyarakat Amerika,” ujar Powell saat penominasiannya.
Sejak masa kepemimpinan Yellen dimulai pada Februari 2014, The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak lima kali – Desember 2015, Desember 2016, dan pada Maret, Juni, dan Desember tahun lalu.
Powell diharapkan dapat meneruskan kebijakan keuangan Fed.
Sebelumnya, Powell duduk menjadi salah satu Gubernur Fed di Mei 2012 setelah mendirikan perusahaan ekuitas Carlyle Group di 1997-2005.
Dia juga pernah menjadi asisten sekretaris dan wakil sekretaris Departemen Keuangan AS di bawah pemerintahan Presiden George H.W. Bush, menurut biografi dirinya di laman The Fed.
Powell akan menjadi Ketua The Fed ke-16 sejak pendiriannya di 1914.