Ekonomi

Ahli: Kenaikan harga minyak bumi hanya sementara

Produksi minyak oleh OPEC menurun sehingga mengakibatkan kenaikan harga minyak bumi. Tren ini tidak akan bertahan lama, kata ahli

Astudestra Ajengrastrı  | 04.11.2017 - Update : 06.11.2017
Ahli: Kenaikan harga minyak bumi hanya sementara Ilustrasi - Pengolahan minyak mentah.

Ebru Sengul

ANKARA

Meskipun berkurangnya produksi minyak OPEC diharapkan bertahan sampai 2018, naiknya harga minyak bumi baru-baru ini jangan diantisipasi sebagai kenaikan jangka panjang, kata ahli energi kepada Anadolu Agency, Sabtu.

Harga minyak bumi naik ke level tertingginya selama dua tahun terakhir pada Rabu, mencapai USD61,68 per barel. Tren kenaikan ini membuahkan pertanyaan apakah harga tinggi ini akan bertahan hingga bulan-bulan berikutnya dan di 2018.

Alan Gelder, wakil presiden Refining, Chemicals & Oil Markets di Wood Mackenzie, menerangkan pada Anadolu Agency alasan di balik tren ini.

"Salah satu kunci utama adalah dengan OPEC mengurangi produksi, suplai minyak jadi melambat. Sementara permintaan minyak dunia menguat, jadi kami merasa persediaan dan permintaan sekarang sedang seimbang," kata Gelder.

Perkembangan terbaru di Irak, dengan referendum yang dilakukan oleh Pemerintahan Regional Kurdi (KRG), yang menambah ketegangan antara pemerintahan otonomi KRG dengan pemerintah pusat di Bagdad juga mengakibatkan terbatasnya persediaan minyak bumi dari wilayah utara, yang semakin mengakibatkan naiknya harga minyak.

Meski begitu, Gelder berkata tingginya harga minyak ini tak akan selamanya. "Pasar minyak bumi memang biasanya paling tinggi harganya di masa-masa ini, kuartal terakhir. Lalu permintaan minyak biasanya kembalu turun pada kuartal pertama, karena di bagian utara Bumi ada lebih sedikit orang yang mengendarai mobil. Kami merasa saat ini pasar sedang seimbang."

Lebih jauh dia menerangkan, suplai surplus akan kembali terjadi pada paruh pertama tahun depan karena permintaan kembali turun.

"Kami memiliki pertumbuhan suplai yang kuat dari AS dan kami memprediksi harga akan sedikit turun di 2018," lanjut dia.

Gelder berharap penurunan produksi OPEC akan diperpanjang melampaui deadline pada Maret 2018 sampai paling tidak akhir tahun depan, meski dia meragukan perpanjangan ini bisa mendorong harga sampai ke level lebih dari USD60 per barel.

"Kami rasa harga pasar tidak akan naik lebih tinggi lagi. Namun saat pengumuman [OPEC] pada November, kami tetap berharap pengurangan produksi diperpanjang. Tapi kami tidak merasa memotong suplai akan membuat harga naik lebih tinggi lagi. Pada 2018, akan ada banyak suplai dari AS, sehingga harga akan kembali turun," terang dia.

Menanggapi soal industri minyak serpih dari AS yang dinilai bisa memengaruhi lonjakan persediaan minyak bumi, Gelder berkata efek baru akan terasa bila AS bisa memproduksi minyaknya sebanyak satu juta barel per hari.

"Persediaan minyak diturunkan"

Torbjorn Kjus, ketua analis di DNB Bank Norwegia, berpendapat bahwa narasi harga minyak telah berubah dari paruh pertama 2017 dan paruh kedua tahun ini.

Dia menegaskan bahwa pada paruh pertama tahun ini, narasi yang diulang oleh banyak komentator dan analis di media adalah bahwa pemotongan produksi OPEC tidak berpengaruh banyak, karena dengan adanya pertumbuhan minyak serpih AS, pengurangan produksi ini hanya akan mengimbangi suplai dan mencegah persediaan minyak turun.

Namun, dia mengatakan bahwa "apa yang orang lupa adalah, pertumbuhan permintaan kuat di tahun ini dan permintaan musiman selalu berarti bahwa stok minyak global diperkirakan akan terlihat pada paruh kedua tahun ini, bukan yang pertama."

Dia menjelaskan bahwa banyak pelaku keuangan menjadi tidak sabar dan menjual saham minyak, terutama di kuartal kedua karena Brent turun menjadi USD45 per barel.

"Pasar sekarang menyadari bahwa OPEC benar-benar serius saat bicara tentang menurunkan persediaan ke tingkat rata-rata lima tahun seperti yang telah kita lihat pada cadangan minyak global yang besar pada kuartal ketiga," katanya.

Data resmi dari Badan Energi Internasional, Administrasi Informasi Energi, dan Inisiatif Data Organisasi Bersama memuat bukti penarikan ini, kata Kjus. Efek positif lainnya dari persediaan yang lebih rendah adalah pasar menjadi lebih bersedia untuk membayar premi risiko geopolitik, tambahnya.

"Peristiwa Kurdi-Irak telah mendukung harga minyak akhir-akhir ini. Pemadaman yang tidak direncanakan di lapangan Kashagan di Kazakhstan juga sangat membantu pasar minyak," katanya.

Dia mengatakan dalam jangka pendek, pasar Brent rentan terhadap aksi profit taking karena saat ini sudah overbought.

"Pada saat yang sama, para pemain keuangan - hedge fund dan saham - memegang rekor posisi long net dalam kontrak Brent sehingga memungkinkan pengambilan untung bisa masuk jika ada katalisator yang relevan," katanya, menjelaskan bahwa katalis semacam itu dapat dilakukan dengan OPEC tidak memperpanjang kesepakatan pemotongan minyak pada pertemuan 30 November mendatang.

"Sebagian besar pasar saat ini tampaknya mengharapkan perpanjangan kesepakatan OPEC. Mereka sepertinya perlu mempertimbangkan kembali ekspektasi mereka," pungkasnya.

Harga minyak berkisar antara USD40-60 per barel

Denton Cinquegrana, analis minyak utama di Oil Price Information Service, perusahaan IHS Markit, menyoroti bahwa pengetatan persediaan bertindak sebagai penggerak kenaikan harga minyak.

"Di AS, misalnya, surplus total persediaan minyak mentah dibandingkan dengan rata-rata lima tahun menyempit. OPEC melakukan penurunan produksinya di awal tahun, dan berkata akan terus membatasi produksi sampai Maret 2018," katanya, menambahkan bahwa bagaimanapun, dia yakin bahwa pemotongan ini akan terus berlanjut sampai akhir 2018.

Cinquegrana mengemukakan bahwa harga minyak akan berkisar di USD40-60 per barel pada periode mendatang, namun dia memprediksi harga akan naik sedikit di 2018.

"Pada semester pertama tahun ini, kami memperkirakan pasokan melebihi permintaan, dan di semester II, permintaan melebihi pasokan," dia menyimpulkan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın